Dompet Dhuafa Jabar Bersama BPRS HIK Parahyangan Hadirkan Bilik Antiseptik di 3 Rumah Sakit Jawa Barat

Dompet Dhuafa Jabar Bersama BPRS HIK Parahyangan Hadirkan Bilik Antiseptik di 3 Rumah Sakit Jawa Barat
Dompet Dhuafa Jabar Bersama BPRS HIK Parahyangan Hadirkan Bilik Antiseptik di 3 Rumah Sakit Jawa Barat

BANDUNG—Upaya mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19 terus dilakukan Dompet Dhuafa Jabar. Kali ini Dompet Dhuafa Jabar berkolaborasi bersama BPRS HIK Parahyangan hadirkan bilik antiseptik atau anticeptic body chamber di 3 Rumah Sakit di Jawa Barat.

“Dengan adanya bilik antiseptik atau anticeptic body chamber, diharapkan kita dapat membantu upaya pemerintah dalam menekan/meminimalisir penyebaran virus corona yang sedang mewabah saat ini,” ujar Ketua UPZ BPRS HIK Parahyangan, A. Tarkalil saat penyerahan bantuan bilik antiseptic ke Rumah Sakit AMC Clieunyi, Kabupaten Bandung, Senin (4/5).

Tarkalil menuturkan, selain di RS AMC Cileunyi, bilik antiseptic juga didonasikan kepada rumah sakit daerah di Tasikmalaya dan Cianjur.

“Hadirnya bilik antiseptic ini semoga bisa menekan seminimal mungkin dan semua yang terkena kasus covid-19 dapat segera sembuh, sehingga aktivitas perekonomian bisa berjalan kembali dengan normal,” terang Tarkalil.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar, Andriansyah, mengapresiasi BPRS HIK Parahyangan yang bergabung dalam kolaborasi kebaikan melawan Covid-19. Menurutnya, saat ada wabah seperti Covid-19 perlu banyak kolaborasi yang dilakukan.

“Kami apresiasi atas kesediaan kolaborasi BPRS HIK Parahyangan dalam menghadirkan bilik antiseptik ini. Semoga upaya ini semakin mengurangi penyebaran Covid-19 dan wabah ini berakhir,” ujar Andriansyah.

Andriansyah menuturkan, Dompet Dhuafa Jabar konsen dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Sejak awal pandemi Corona masuk ke Indonesia, Dompet Dhuafa Jabar menggulirkan program Cegah dan Tangkal (Cekal) Corona.

“Penggunaan bilik antiseptik ini merupakan salah satu upaya mengurangi kontaminasi virus dan bakteri yang menempel di permukaan pakaian atau benda, dengan cairan antiseptik yang aman,” terang Andriansyah.

Upaya hadirkan bilik antiseptik ini tidak meninggalkan metode pencegahan transmisi penularan virus yang dapat melalui droplets dan menempel di pemukaan benda dengan upaya cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di setiap waktu dianjurkan untuk cuci tangan.

Bagikan ini yuk!

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Be informed!

Berlangganan info DD