Isra Mi’raj Bukan Hanya Tentang Mukjizat Nabi SAW dan Perintah Salat

Setelah ratusan tahun berlalu, peristiwa Isra Mi’raj dan akan terus menjadi momen penting dan bersejarah bagi kita umat Islam. Kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ke tujuh. Kemudian turunnya perintah salat lima waktu jadi hal yang paling kita ingat di setiap peringatan peristiwa ini datang.

Tapi ternyata Isra Mi’raj bukan hanya tentang mukjizat Nabi SAW dan perintah salat, ada kisah hidup Rasulullah yang di baliknya bisa kita jadikan renungan bahwa setelah kita banyak bersabar melalui banyak kesulitan, akan ada Allah yang membawa pertolongan.

Ketika itu, tahun 10 kenabian, Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai peristiwa menyedihkan. Dakwah terang-terangan yang baru dimulainya banyak mendapat pertentangan. Nabi dianggap tukang sihir sampai menerima perlakuan buruk. Tak hanya itu, di masa yang sama, Nabi juga ditinggal oleh orang-orang kesayangannya yang memberikan pengaruh besar bagi perjuangannya dalam dakwah Islam, pamannya Abu Thalib, dan sang istri Khadijah binti Khuwalid.

Di tengah-tengah tahun kesedihan tersebut, pertolongan Allah kemudian datang. Dengan mengajak Nabi melakukan perjalanan luar biasa yang kisahnya terangkum dalam Al Quran:

“Mahasuci Allah  yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihar.” (Qs. Al-Isra: 1)

Setelah perjalanan Isra Mi’raj, Nabi tidak pernah dirundung kesedihan walaupun sudah kehilangan orang-orang tercintanya. Justru beliau semakin kuat dalam perjalanan dakwahnya. Dari Isra Mi’raj Nabi punya waktu menghadap Allah setiap harinya selama lima waktu yang kini jadi ibadah wajib bagi umat Islam, Nabi hijrah dari Mekkah ke Madinah, Nabi juga mmendapatkan banyak kemenangan lewat penaklukan di banyak wilayah. Masya Allah…

Isra Mi’rah benar-benar mengajarkan kita bahwa rasa takut, sedih, dan putus asa yang hari ini kita rasakan pernah dirasakan juga oleh Nabi kita di masa itu. Sama seperti Nabi, semoga kita juga bisa menghadapi berbagai ujian, kesedihan, bahkan mengembalikan semangat hidup kita dengan bersandar hanya kepada Allah.

You might also like
Bayar Fidyah Sekarang!

Ramadan Didepan Mata, Fidyah Jangan Ditunda

Fidyah Jangan Ditunda Jangan Tampilkan Lagi Fidyah Sekarang!
Chat WhatsApp
Konsultasi dan Konfirmasi Donasi