Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Salah satu ibadah utama yang menjadi syiar di hari tersebut adalah sholat Idul Fitri.
Agar ibadah ini semakin bermakna dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, penting bagi kita untuk memahami tata cara, niat, serta sunnah-sunnah yang mengiringinya.
Allah ﷻ berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan berzakat) dan dia mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.”
(QS. Al-A’la: 14–15)
Menurut para ulama tafsir, ayat ini berkaitan dengan zakat fitrah dan sholat Idul Fitri.
Selain itu, dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan:
v عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى“Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, khususnya secara berjamaah.
Sebagian ulama bahkan berpendapat hukumnya wajib bagi laki-laki, karena Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk keluar melaksanakan sholat Ied, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sholat Idul Fitri dilaksanakan pada pagi hari, dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur.
Berbeda dengan Idul Adha, sholat Idul Fitri dianjurkan untuk sedikit diakhirkan agar umat Islam memiliki kesempatan menunaikan zakat fitrah terlebih dahulu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُكَبِّرُ فِي الْعِيدَيْنِ فِي الْأُولَى سَبْعًا وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا
“Nabi ﷺ bertakbir pada sholat dua hari raya, pada rakaat pertama tujuh kali dan pada rakaat kedua lima kali.” (HR. Abu Dawud)
Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat, dengan tambahan takbir di setiap rakaatnya.
Rakaat Pertama
Rakaat Kedua
Berikut bacaan niat yang dapat dilafalkan:
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh imam. Khutbah ini bertujuan memberikan nasihat, penguatan iman, serta mengingatkan nilai-nilai ketakwaan pasca Ramadhan.
Berbeda dengan sholat Jumat, khutbah Idul Fitri hukumnya sunnah, sehingga sah sholatnya meskipun tidak mengikutinya, namun sangat dianjurkan untuk tetap mendengarkan.
Agar semakin sempurna, berikut beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ
(HR. Ibnu Majah)
Sebagai bentuk syukur dan menampakkan syiar Islam.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى
Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
Artinya: Rasulullah ﷺ makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Fitri.
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Sebagai bentuk syiar dan memperluas silaturahmi
Sholat Idul Fitri mengandung banyak hikmah, di antaranya:
Idul Fitri bukan hanya tentang kembali kepada fitrah, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Selain menunaikan sholat Ieed, umat Islam juga dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk solidaritas kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
Melalui pemahaman yang baik tentang tata cara dan sunnahnya, semoga ibadah Idul Fitri yang kita laksanakan menjadi lebih sempurna dan penuh keberkahan.
Penulis : Anjar Galih H